Pages

",,SelaMat Datang di stUdent bLogger,blog ini Hanya berbagi ilmu dan informasi untuk kita semua semoga bisa menambah pengetahuan lebih luas",,,,!!!!
Subscribe:

Ads 468x60px

Rabu, 16 Mei 2012

postingan, Repa Mustika. com


BAB 1
PENDAHULUAN

KOMPETENSI SOSIAL DAN KEPRIBADIAN GURU



1.  latarbelakang
Guru profesional memerlukan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi; antara lain menyangkut dimilikinya kompetensi yang diperlukan. Pasal 8 UU No. 14 Tahun 2005 atau yang lebih dikenal dengan UU Guru dan Dosen secara eksplisit menyebutkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Mengacu substansi Pasal 8 No. 14 Tahun 2005 tersebut di atas jelas sekali bahwa kepemilikan kompetensi itu hukumnya wajib; artinya bagi guru yang tidak mampu memiliki kompetensi akan gugur keguruannya. Khusus tentang kompetensi ini dijelaskan pada Pasal 10 ayat (1)yang menyebutkan kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Sementara itu pada ayat (2) pasal yang sama disebutkan ketentuan lebih lanjut mengenai kompetensi guru sebagaimana dimaksud akan diatur dengan Peraturan Pemerintah (PP).
Kompetensi pedagogik mengharuskan guru memiliki jiwa pendidik yang mendarah daging. Artinya, nilai-nilai pendidikan tidak sekadar dihafal secara teoretis, tetapi telah menjadi bagian dari perilaku dirinya. Begitu pula dengan kompetensi kepribadian, mengisyaratkan adanya kepemilikan pribadi yang paripurna (insan kamil). Dengan demikian, diharapkan pribadi guru menjadi personifikasi nilai-nilai, bukan sekadar kamuflase, sehingga menjadi contoh nyata yang dapat diteladani siswa. Kompetensi sosial tentu bermakna lebih luas lagi. Guru dituntut mampu berperan maksimal dan ideal dalam berbagai tatanan pergaulan dengan berbagai kalangan dan variasi pandangan. Kompetensi profesional mengarah pada bidang profesi sehingga relatif mudah mengukurnya mengingat indikatornya relatif jelas, yakni diukur dari kadar kemampuan menyangkut bidang profesinya. Misalnya, guru Bahasa Inggris harus mampu membuat desain pembelajaran bahasa Inggris, mengajarkannya, mengadakan pengamatan proses, dan mengevaluasinya.
Pada kesempatan ini penulis mencoba mengira-ira apa yang dimaksud dengan kompetensi kepribadian dan sosial, indikator dan cara mengukurnya


BAB 11
PEMBAHASAN

PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi guru) membagi kompetensi sosial dan kepribadian guru menjadi 10 aspek yakni:1) disiplin, 2) penampilan, 3) santun, 4) kerjasama, 5) komunikatif, 6) komitmen, 7) keteladanan, 8) semangat, 9) empati dan 10) tanggung jawab. Sedangkan menurut UU No. 20/2003; UU No. 14/2005 Tentang guru dan dosen; PP No. 18/2007 Tentang sertifikasi Guru dalam Jabatan membagi menjadi 14 aspek yakni:1) Akhlak mulia, 2) arif dan bijak, 3) mantap, 4) wibawa, 5) stabil, 6) jujur, 7) teladan, 8) obyektif, 9) pengembangan diri, 10) terampil dalam komunikasi, 11) faham TI, 12) gaul, 13) santun, dan 14) kooperatif
Penulis mencoba meringkas kompetensi tersebut di atas dengan mendefiniskan bahwa Kompetensi sosial yaitu merupakan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk : (a) berkomunikasi lisan dan tulisan; (b) menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional; (c) bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orangtua/wali peserta didik; dan (d) bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar.
Kompetensi kepribadian yaitu merupakan kemampuan kepribadian yang: (a) mantap; (b) stabil; (c) dewasa; (d) arif dan bijaksana; (e) berwibawa; (f) berakhlak mulia; (g) menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; (h) mengevaluasi kinerja sendiri; dan (i) mengembangkan diri secara berkelanjutan.
Dua pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai kompetensi sosial dan kepribadian, seorang guru harus memiliki persyaratan sikap sebagai berikut: 1)  Berakhlak mulia 2)  Disiplin 3) Teladan 4) Komunikatif  dan 5) Dewasa

1)      Berakhlak mulia
Tugas seorang guru tidak sekedar memenuhi kewajiban mengajar. Atau lebih mementingkan bagaimana si anak lulus dalam menghadapi ujian. Lebih dari itu, guru harus membentuk anak didik menjadi manusia yang cerdas dan taqwa. Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan guru yang mempunyai akhlak mulia yakni guru yang  harus memiliki kepribadian sebagai insan kamil (manusia yang sempurna) yang secara konkret dapat dijadikan acuan oleh siswa dalam menemukan contoh pribadi yang memiliki religiusitas, moral, dan etik. Personifikasi guru yang demikian diharapkan akan berdampak pada adanya jalinan pikir, rasa, dan hati. Lebih lanjut, pendidikan tidak sekadar dimaknai sebagai transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pemindahan rasa dan jalinan hati.
Seorang guru yang berakhlak mulia memancarkan suatu kewibawaan dan tingkah laku yang arif bijaksana sebagai bekal dalam menggembleng para siswa agar kelak menjadi sosok yang arif, tangguh, kaya ilmu, memiliki kepekaan moral dan sosial yang tinggi.
Seorang guru yang mempunyai kewibawaan mudah ditaati terutama diteladani. Tanpa kewibawaan seorang guru bakal menjadi permainan anak-anak. Wibawa di sini bukan dalam arti bahwa ia disegani karena tegas dan disiplin, tetapi juga karena mutu pelajaran yang diberikannya, serta mutu seluruh kepribadiannya yang memberi warna tertentu kepada profesinya sebagai guru, sebagai orang yang patut ditaati dan diteladani.
Selain itu guru harus jujur. Dalam arti bahwa ia mengajarkan hal-hal yang benar kepada murid-muridnya serta berusaha untuk tidak menipu mereka dengan pengetahuan dan kepandaiannya. Termasuk dalam kejujuran seorang guru ialah keterbukaannya kepada para murid tentang sebab keterlambatan dan alasan mengapa ia tidak masuk kelas. Dan yang paling menonjol dalam tingkah laku seorang guru ialah kebijaksanaannya. Bagaimana ia mengambil keputusan dan mengambil sikap dalam situasi-situasi tertentu sangat mempengaruhi sikap dan cara pikir anak didiknya kemudian. Guru-guru yang tidak mempedulikan kebijaksanaan ini akan sangat merugikan karya pendidikan itu sendiri. Di mata masyarakat, kehadiran sang guru begitu tinggi citranya, bermartabat, terhormat, dan memiliki legitimasi sosial yang mengagumkan. Masyarakat benar-benar respek terhadapya. Apresiasi masyarakat terhadap profesi guru menjadi sumber informasi, sumber dan sumber inspirasi masyarakat dalam mengatasi masalah keseharian.
Seorang guru yang berakhlak mulia akan menjalankan perintah-perintah Tuhan dan menjauhi larangannya, mengutamakan kejujuran dan obyektif dalam penilaian dan muaranya guru tersebut menjadi teladan bagi murid-muridnya maupun masyarakat lingkungan sekitarnya.
Uraian tersbut di atas dapat disimpulkan guru yang berakhlak mulia mempunyai indikator:
a.       Taat dalam menjalankan perintah agama
b.      Jujur menyampaikan sesuatu apa adanya.
c.       Suka menolong (empati)

2)  Disiplin
Disiplin pada hakikatnya adalah kemampuan untuk mengendalikan diri dalam bentuk tidak melakukan sesuatu tindakan yang tidak sesuai dan bertentangan dengan sesuatu yang telah ditetapkan dan melakukan sesuatu yang mendukung dan melindungi sesuatu yang telah ditetapkan. Dalam kehidupan sehari-hari dikenal dengan disiplin diri, disiplin belajar dan disiplin kerja. Disiplin kerja merupakan kemampuan seseorang untuk secara teratur, tekun secara terus-menerus dan bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku dengan tidak melanggar aturan-aturan yang sudah ditetapkan.
Disiplin kerja guru adalah sikap pribadi guru dalam hal ketertiban dan keteraturan diri yang dimiliki oleh guru dalam bekerja di sekolah tanpa ada pelanggaran-pelanggaran yang merugikan dirinya, orang lain, atau lingkungannya. Disiplin yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja, dan mendukung terwujudnya tujuan organisasi, karyawan dan masyarakat. Dengan demikian disiplin merupakan hal yang sangat penting dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi. Dengan kata lain ketidakdisplinan individu dapat merusak kinerja organisasi.
Disiplin kerja guru merupakan tindakan seseorang untuk mematuhi peraturan-peraturan yang telah disepakati bersama. Tindakan ini bila dilakukan secara benar dan terus-menerus akan menjadi kebiasaan yang tertanam dalam perilaku guru dan akan membantu tercapainya tujuan kerja yang telah ditentukan.
Berdasarkan uraian di atas maka disiplin guru mempunyai indikator sebagai berikut:
 (a) Disiplin terhadap tugas kedinasan yang meliputi : mentaati peraturan kerja di sekolah: menyiapkan kelengkapan mengajar, dan melaksanakan tugas-tugas pokok.
(b) Disiplin terhadap waktu yang meliputi: menepati waktu tugas, memanfaatkan waktu dengan baik, dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
(c) Disiplin terhadap suasana kerja yang meliputi: memanfaatkan lingkungan sekolah, menjalin hubungan yang baik, dan menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
(d) Disiplin di dalam melayani masyarakat yang meliputi: melayani peserta didik, melayani orang tua siswa, dan melayani masyarakat sekitar;
(e) Disiplin terhadap sikap dan tingkah laku yang meliputi, memperhatikan sikap, memperhatikan tingkah laku, dan memperhatikan harga diri.
3)      Teladan
Suksesnya proses pendidikan itu sendiri sesungguhnya adalah kalau guru dan warga sekolah mampu mengusung keteladan dalam setiap langkah dan kebijakannya. Sekolah adalah galeri keteladanan. Seorang guru yang berkepribadian baik dituntut untuk untuk menjadi teladan bagi murid-muridnya maupun bagi masyarakat sekitarnya. Keteladan guru dilihat secara fisik diantaranya dari ketepatan waktu masuk dan keluar kelas, cara berpakaian dan berpenampilan layaknya seorang guru, cara berbaris ketika upacara bendera, cara berhias dan memakai perhiasan yang berlebihan.
Keteladanan secara mental diantaranya ucapan minta maaf kepada siswanya karena kemarin tidak masuk, baik sebab sakit atau pun ada tugas luar, ucapan terimakasih kepada siswanya karena ditolong diambilkan air minum atau pesanan makanan di warung, ucapan selamat kepada siswanya yang mendapat prestasi atau kemenangan atas suatu kegiatan, guru yang meluangkan waktu menjenguk siswanya atau orang tua siswa yang lama terbaring sakit, atau menyediakan waktu dievaluasi oleh siswanya melalui potongan kertas yang disediakan.
Memulai dari keteladanan hal-hal yang sederhana tentu akan menumbuhkan kepercayaan untuk keteladanan hal-hal yang kompleks. Mampu mengerjakan terlebih dahulu untuk hal yang akan ditugaskan kepada anak didik adalah contoh keteladanan yang lebih kompleks. Dari uraian tersebut indikator keteladan guru adalah:
a. Menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam tutur kata.
b. Menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam berpakaian
c. Menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam berperilaku.

4) Komunikatif
Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian penguasaan tehnologi. Guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran siswa. Guru di masa mendatang tidak lagi menjadi satu-satunya orang yang paling well informed terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang sedang berkembang dan berinteraksi dengan manusia di jagat raya ini. Di masa depan, guru bukan satu-satunya orang yang lebih pandai di tengah-tengah siswanya.
Jika guru tidak memahami mekanisme dan pola penyebaran informasi yang demikian cepat, ia akan terpuruk secara profesional. Kalau hal ini terjadi, ia akan kehilangan kepercayaan baik dari siswa, orang tua maupun masyarakat. Untuk menghadapi tantangan profesionalitas tersebut, guru perlu berfikir secara antisipatif dan proaktif. Artinya, guru harus melakukan pembaruan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya secara terus menerus.
Disamping itu, guru masa depan harus paham penelitian guna mendukung terhadap efektivitas pembelajaran yang dilaksanakannya, sehingga dengan dukungan hasil penelitian guru tidak terjebak pada praktek pembelajaran yang menurut asumsi mereka sudah efektif, namum kenyataannya justru mematikan kreativitas para siswanya. Begitu juga, dengan dukungan hasil penelitian yang mutakhir memungkinkan guru untuk melakukan pembelajaran yang bervariasi dari tahun ke tahun, disesuaikan dengan konteks perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sedang berlangsung.
Gambaran tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa indikator guru yang komunikatif adalah:
a.       Dapat bekerja sama dengan teman sejawat antar sekolah, serta kerja sama dengan komunitas lingkungannya.
b.      Dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sumber-sumber belajar di luar sekolah
c.       Dapat berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
d.      Dapat menyampaikan ide-idenya dengan bahasa yang baik dan dapat dipahami oleh sasaran
e.       Dapat menguasai iptek dan IT

5)      Dewasa
Guru merupakan profesi yang berdedikasi di hati dan pikiran murid. Guru yang benar-benar menghayati profesinya, ia bekerja bukan karena pemasukannya, tapi karena pengeluarannya, yaitu setiap hari ia berupaya mengenali, memahami dan mendidik anak dalam perbedaan dengan motivasi baru, ide baru dan cara pandang baru hingga anak bertumbuhkembang secara sehat, dewasa dalam berpikir dan sukses dalam perjalanan hidupnya.
Dalam banyak hal guru adalah orang dewasa. Kehadirannya entah berada di belakang, di tengah, atau di depan murid bukan untuk mendapatkan pengakuan dan atau penghargaan, tetapi memberi pencerahan, pengharapan dan kehidupan kepada murid agar berkualitas sebagai syarat untuk mencapai keunggulan. Untuk menjadi dewasa seorang guru dituntut memiliki sikap yang mantap, stabil (tidak mudah goyah), semangat, bangga terhadap profesi, konsisten dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Idealisme, semangat, empati dan kinerja tinggi disertai rasa tanggung jawab mesti menjadi ciri guru yang berkepribadian. Dengan kompetensi kepribadian tersebut, guru akan tampil matang sebagai pembimbing (councelor),  pelatih (coach) dan manejer pembelajaran ( learning manager) yang mampu berinteraksi dengan siswa dalam proses transfer pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai yang baik. Semangat untuk tetap belajar (bukan hanya mengajar) akan membantu guru untuk meng-upgrade pengetahuannya, sehingga dapat menyiasati kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peluang pemanfaatannya untuk memajukan proses belajar mengajar di kelas.
Uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa indikator guru yang dewasa adalah:
a.       Ber                        a. tanggung jawab (sanggup) menyelesaikan tugas sesuai dengan
      ketentuan
b.      Semangat dalam melaksanakan tugas tinggi.
c.       Bangga terhadap profesi sebagai guru
d.      konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma



3.      Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan tentang kompetensi kepribadian dan sosial guru tersebut di atas disimpulkan bahwa guru dituntut untuk 1)  Berakhlak mulia 2)  Disiplin 3) Teladan 4) Komunikatif  dan 5) Dewasa.
Berakhlak mulia mempunyai indikator: a. taat dalam menjalankan perintah agama dan b) jujur menyampaikan sesuatu apa adanya. Disiplin guru mempunyai indikator sebagai berikut:
 (a) disiplin terhadap tugas kedinasan
 (b) disiplin terhadap waktu 
(c) disiplin terhadap suasana kerja 
(d) disiplin di dalam melayani masyarakat dan
 (e) disiplin terhadap sikap dan tingkah laku. 

3) Indikator dalam keteladan guru adalah: 
a. menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam tutur kata
 b. menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam berpakaian dan 
c. menjadi teladan bagi sejawat dan peserta didik dalam berperilaku. Indikator guru yang komunikatif adalah: a. dapat bekerja sama dengan teman sejawat antar sekolah, serta kerja sama dengan komunitas lingkungannya. b. dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sumber-sumber belajar di luar sekolah  c. dapat berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar d. dapat menyampaikan ide-idenya dengan bahasa yang baik dan dapat dipahami oleh sasaran dan e. dapat menguasai iptek dan IT. Sedangkan indikator guru yang dewasa adalah: a. bertanggung jawab (sanggup) menyelesaikan tugas sesuai dengan ketentuan dan b. semangat dalam melaksanakan tugas tinggi, c. bangga terhadap profesi sebagai guru dan d. konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma


Senin, 16 April 2012

gempa sumatra


Gempa Sumatra, 11 April 2011 lalu berkekuatan 8,5 SR. Hampir berkekuatan sama dengan gempa Jepang 2011 yang mencapai 8,9 SR.

 












Tsunami Aceh 2004. (Xinhua/XINHUA/Corbis)
Gempa berkekuatan 8,5 Skala Richter yang menghantam Samudra India, tepatnya 453 kilometer di lepas pantai pesisir barat pulau Sumatra, Rabu (11/4) pukul 16.38 WIB merupakan gempa dengan ukuran dahsyat. Sontak, gempa tersebut mengingatkan kita akan kejadian serupa di tempat yang sama pada tahun 2004 lalu, yang merupakan salah satu bencana alam terhebat di masa modern.

Meski demikian, gempa yang terjadi kali ini berbeda dengan gempa yang menimbulkan tsunami dan membunuh lebih dari 230 ribu jiwa serta menyebabkan jutaan penduduk kehilangan tempat tinggal itu. Lalu, mengapa gempa dahsyat kali ini - gempa pemicu tsunami hebat di Jepang, 11 April 2011 lalu berkekuatan 8,9 SR - tidak menimbukan tsunami?
“Skala gempa kali ini memang sedikit lebih kecil,” kata Julie Dutton, pakar geofisika dari U.S. Geological Survey. “Gempa 2004 memiliki magnitude 9,1 dan merupakan gempa bumi terbesar ketiga yang pernah tercatat dalam sejarah,” ucapnya.
Namun yang lebih signifikan, kata Dutton, gempa kali ini berbeda. Ia tidak terjadi di batas lempeng bumi di sepanjang area yang disebut zona subduksi, di mana lempeng tektonik saling menindih satu sama lain. Gempa yang terjadi di tengah-tengah lempeng samudera kali ini disebut dengan strike-slip earthquake, di mana lempeng bumi bergeser menyamping satu sama lain, bukan ke atas ke bawah, saling menghimpit.
“Strik-slip tidak menimbulkan potensi tsunami yang besar seperti gempa subduksi karena lempeng bergerak ke arah yang berlawanan,” sebut Dutton. “Meski gempa seperti ini kadang menghasilkan longsor di dasar laut, tsunami signifikan tidak muncul,” ucapnya.

Jika gempa subduksi yang terjadi, sebuah kawasan lempeng samudera yang cukup luas mendadak bergerak masuk ke bawah lempeng lainnya dan membuat kawasan lempeng lainnya bergerak naik. Pergerakan naik turun di dasar laut ini juga mengguncang air. “Intinya, semakin luas dasar laut yang bergerak, semakin keras guncangannya, air yang bergerak juga semakin banyak. Efeknya, semakin dahsyat pula tsunami yang timbul,” ucap Dutton.

Saat gempa kali ini terjadi, U.S. Pacific Tsunami Warning Center di Hawaii langsung mengeluarkan peringatan tsunami di seluruh kawasan Samudra Hindia. Sekitar satu jam setelah guncangan terbesar muncul, peringatan tersebut masih berlaku, dan gelombang tsunami setinggi 30 cm muncul di Sabang, provinsi Banda Aceh. Kawasan ini merupakan yang paling terpengaruh pada gempa 2004 lalu. Gelombang terbesar yang muncul sendiri hanya setinggi satu meter dan peringatan bahaya tsunami pun dihentikan.

Menurut Dutton, gempa sekuat itu memang tidak lazim terjadi di kawasan yang kali ini terjadi. “Namun bukanlah yang pertama kali terjadi,” ucapnya.
(Abiyu Pradipa. Sumber: OurAmazingPlanet)

Senin, 27 Februari 2012

ayo berkreasi sendiri,,,,,,


Cara Membuat Stempel SENDIRI Dengan CorelDraw



STEMPEL by Lombokdihati
Kalau anda perhatikan judul diatas, terkesan sekali kalau author artikel ini sangat kurang percaya diri atas tips desain yang akan disampaikannya. Kalau boleh jujur, sebenarnya 100% iya :-D
Bagaimana tidak?? Karena kalau anda cari judul artikel yang serupa pada mesin pencari, pastinya pada halaman teratas hasil pencarian, pasti akan  anda jumpai Tutorial dengan Tips desain yang lebih professional, dan lebih ribet pastinya.
(Ngapa’in nyari yang ribet-ribet??..Emang mau buka usaha stempel ya :-D:-D)
Dalam Tips ini, saya hanya akan menjelaskan cara pembuatan stempel dengan cara sederhana dan super gampang, yang akan kita sisipkan nanti pada ID Card 2 (Landscape) pada posting selanjutnya. Hanya untuk have fun aja :-D:-D
Okey..kita langsung saja ya….
1.     Seperti biasa, buka halaman baru pada coreldraw dengan mengklik New
2.     Buatlah sebuah lingkaran pada media dengan mengklik menu Ellipse Tool yang terletak disebelah kiri halaman atau tekan F7 pada keyboard anda, selanjutnya Klik Tahan+geser(Drag) sambil menekan Ctrl pada keyboard anda, agar lingkaran yang dibuat jadi lebih sempurna.
3.     Selanjutnya klik menu Text Tool disebelah kiri halaman, atau F6 pada keyboard anda. Tulislah teks melingkar yang ingin anda sisipkan pada stempel, kemudian sesuaikan ukuran dan jenis dengan mengklik menu text di atas halaman.
Untuk membuat Teks agar mengikuti garis lingkaran, arahkan cursor anda pada garis lingkaran yang telah anda buat, sampai terlihat tanda seperti pada gambar 1 dibawah, kemudian diklik.
Selanjutnya, tulislah teks yang ingin anda sisipkan pada stempel.
4.     Untuk memutar posisi tulisan, klik tepat pada tulisan, kemudian arahkan cursor ke tengah lingkaran, hingga muncul tanda merah seperti pada gambar 2 dalam lingkaran hijau. Selanjutnya, arahkan cursor pada salah satu sudut, kemudian klik tahan+geser(Drag) dengan arah melingkar mengikuti garis lingkaran yang ada, sampai pada posisi tulisan yang anda inginkan.
5.     Setelah posisi tulisan sudah diatur sedemikian rupa, selanjutnya hilangkan garis lingkaran dengan mengklik menu Outline Widht yang terletak dibagian atas halaman.
6.     Buatlah lingkaran baru seperti pada langkah nomor 2 diatas, kemudian letakkan pada bagian tengah lingkaran tulisan (atur posisinya sedemikian rupa)
7.     Buat 2 lingkaran baru ( Ctrl+C kemudian Ctrl+V), selanjutnya diletakkan diluar lingkaran tulisan. (atur lingkaran sedemikian rupa) hingga hasilnya seperti gambar dibawah.

8.     Selanjutnya, buatlah teks baru dengan posisi horizontal biasa, kemudian letakkan pada tengah-tengah lingkaran.
9.     Buatlah garis tengah dengan mengklik menu Polyline Tool yang terdapat disebelah kiri halaman. (Perhaikan gambar dibawah)

Selanjutnya klik pada garis lingkaran tengah, kemudian arahkan untuk membuat kolom sedang pada tengah lingkaran. Usahakan agar pada klik-an terakhir tepat mengenai klik awal yang anda lakukan.
10.     Langkah terakhir, pertebal garis yang telah anda buat tadi dengan mengklik menu Outline Widht yang terletak dibagian atas halaman.
Ubahsesuaikan stempel yang telah anda buat, hingga nampak seperti pada contoh yang saya buat diatas.
SELESAI